
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kalimantan Tengah tahun ini terasa istimewa. Bukan hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi panggung kebersamaan lintas elemen. Kediaman Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong, dipadati tamu dari berbagai kalangan dalam gelaran open house yang hangat dan penuh keakraban.
Hadir langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda, Pangdam, hingga masyarakat umum yang datang silih berganti. Tanpa sekat, semua larut dalam suasana silaturahmi yang mencerminkan kuatnya harmoni di Bumi Tambun Bungai.
Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, Arton menyampaikan pesan mendalam tentang makna Nyepi. Menurutnya, hari suci ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dan melakukan perenungan diri.
“Nyepi mengajarkan kita untuk introspeksi, menenangkan pikiran, dan mulai melihat segala sesuatu secara lebih jernih. Dari situ, kita bisa membangun cara berpikir yang lebih positif, memperbaiki diri, dan menebarkan energi kebaikan,” ungkap Arton.
Ia juga menambahkan, perenungan diri yang dilakukan saat Nyepi diharapkan mampu menjadi titik balik untuk memperkuat sikap bijak dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus mempererat hubungan antar sesama.
Menariknya, perayaan Nyepi tahun ini beriringan dengan bulan suci Ramadan. Arton pun menyampaikan pesan hangat kepada umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa, sebagai simbol kuatnya toleransi di Kalimantan Tengah.
“Ini adalah momen indah, ketika dua nilai besar perenungan dalam Nyepi dan kesabaran dalam Ramadan berjalan berdampingan. Semoga ini semakin mempererat persaudaraan kita semua,” tambahnya.
Kehadiran masyarakat yang terbuka dalam acara ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan toleransi bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.

