
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret 2026, Instalasi Sanitasi dan Pengelolaan Lingkungan RSUD dr. Doris Sylvanus menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan di area ruang tunggu ICU dan sekitarnya, Senin (16/3/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pasien, keluarga pasien, serta tenaga medis mengenai pentingnya penggunaan air bersih di lingkungan rumah sakit sekaligus menjaga kelestariannya demi menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman dan sehat.
Air bersih memiliki peran yang sangat vital dalam pelayanan medis. Di RSUD dr. Doris Sylvanus, air digunakan dalam berbagai proses penting, mulai dari layanan cuci darah (hemodialisa), sterilisasi alat bedah, hingga pembersihan luka pasien. Kualitas air yang terjaga tidak hanya mendukung proses penyembuhan, tetapi juga melindungi kesehatan tenaga medis yang bertugas.
Untuk memastikan kualitas air tetap aman, air di lingkungan rumah sakit harus memenuhi tiga syarat utama sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, yakni syarat fisik, biologi, dan kimia. Secara fisik, air harus jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Secara biologis, air harus bebas bakteri E. coli atau tidak mengandung kuman penyebab diare.
Sementara secara kimia, kadar pH serta sisa klorin harus terkontrol sehingga aman bagi kulit dan peralatan medis.
Kepala Instalasi Sanitasi, Susana, S.Si, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kualitas air rumah sakit melalui aksi sederhana yang disebut “3S”.
“Sematkan niat untuk hemat air, setop membuang sampah di wastafel dan kloset, serta segera lapor jika menemukan keran bocor atau air keruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesadaran bersama dalam menjaga air bersih menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat dan aman.
“Air bersih adalah nyawa rumah sakit kita. Dengan memahami perannya dalam proses pengobatan dan menjaga kebersihannya melalui tindakan sederhana, kita bisa bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit,” tutupnya.

