
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalteng, Norhani, S.Sos., M.AP menghadiri kegiatan Training of Trainers (ToT) Pencatatan Keuangan Pesantren menggunakan aplikasi Santri, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 4 Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dan diikuti para pengelola, serta perwakilan pondok pesantren se-Kalimantan Tengah.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pesantren melalui pemanfaatan aplikasi digital, sehingga tata kelola keuangan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
Melalui Training of Trainers ini, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak dan fasilitator di lingkungan pesantren masing-masing dalam menerapkan sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Norhani menyampaikan pentingnya literasi dan digitalisasi keuangan bagi lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperkuat kemandirian ekonomi berbasis syariah.
Ia juga menekankan, penguatan tata kelola keuangan pesantren sejalan dengan upaya mendorong ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan keagamaan serta memperkuat fondasi ekonomi syariah di daerah.

