
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKNI.CO.ID – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, S.P., menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) PAD Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bapperida Kapuas, Jumat (13/2/2026).
Dari target pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp3 triliun, realisasi hingga Triwulan IV mencapai Rp3,06 triliun atau sekitar 101 persen.
Sementara itu, capaian PAD menunjukkan hasil yang lebih signifikan. Dari target Rp174 miliar, realisasi mampu menembus Rp267 miliar atau setara 153 persen.
“Capaian pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 dinilai cukup menggembirakan dan patut kita syukuri. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah melampaui target penerimaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum mencapai target agar ke depan lebih maksimal dalam menggali dan mengintensifkan sumber-sumber PAD sesuai kewenangannya.
“Bagi OPD yang belum mencapai target, agar ke depan dapat lebih maksimal dalam menggali dan mengintensifkan sumber-sumber PAD sesuai kewenangannya,” tegasnya.
Wabup menekankan optimalisasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang kini menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Badan Pendapatan Daerah bersama aparatur kecamatan, kelurahan, dan desa diminta lebih proaktif dengan sistem “jemput bola” kepada wajib pajak, serta memberikan penghargaan bagi wajib pajak yang taat.
Selain itu, pengawasan terhadap petugas pemungut pajak juga harus diperketat guna mencegah kebocoran penerimaan.
“Pengelolaan pendapatan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar seluruh potensi yang ada benar-benar masuk ke kas daerah,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mendorong percepatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Seluruh perangkat daerah, khususnya pengelola retribusi, diminta memanfaatkan berbagai kanal pembayaran non-tunai seperti teller bank, ATM, EDC, mobile banking, fintech, e-commerce hingga QRIS guna memudahkan masyarakat dan meningkatkan efektivitas penerimaan daerah.
Dodo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Rakor PAD Tahun 2026 dan berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam mewujudkan kemandirian fiskal Kabupaten Kapuas.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Kapuas, serta undangan lainnya. (*/dn)

