
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi membuka kegiatan Get Up Bajukung (Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan) Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).
Program ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaring UMKM potensial baru untuk menjadi calon mitra atau binaan Bank Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Kalimantan Tengah.
Kegiatan pembukaan GET UP BAJUKUNG 2026 turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widarnani, sebagai bentuk dan sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, yang menyampaikan apresiasi kepada UMKM yang telah lolos proses kurasi dan menekankan pentingnya komitmen serta partisipasi aktif dalam berbagai program pengembangan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
“Program Get Up Bajukung diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM potensial untuk naik kelas, memperkuat kapasitas usaha, serta terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan pemasaran yang lebih luas,” ujar Yuliansah.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Memahami Pembiayaan UMKM: Pilihan, Skema, dan Perlindungan” dengan menghadirkan narasumber dari Bank Kalteng yang diwakili oleh Pemimpin Bisnis Cabang Palangka Raya, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diwakili oleh Micro Manager Rela, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bank Kalteng memaparkan berbagai skema pembiayaan konvensional yang dapat diakses pelaku UMKM.
Sementara, BSI menjelaskan alternatif pembiayaan berbasis syariah beserta program unggulannya.
OJK melengkapi paparan dengan penjelasan mengenai kebijakan serta program perlindungan konsumen dan literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman serta keamanan pelaku usaha dalam mengakses layanan keuangan.
Selain mendapatkan materi dari lembaga penyedia jasa keuangan, peserta juga mendapatkan inspirasi melalui pemaparan success story dari dua UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Dapur S’Best dan Indang Apang Galeri.
Nindita Nareswari, pemilik Dapur S’Best, yang menekankan pentingnya kelengkapan legalitas usaha, strategi masuk ke pasar ritel modern, serta penguatan sinergi kelompok dalam pengembangan bisnis.
Sementara itu, Amelia Agustina, pemilik Indang Apang Galeri, berbagi pengalaman mengenai proses pembinaan, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi yang terjalin selama menjadi mitra binaan Bank Indonesia

