
PALANGKARAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Tengah (Kalteng), Farid Wajdi mengatakan, Kalteng masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) operator alat berat.
“Instruktur bersertifikasi, terutama operator alat berat di Kalteng masih minim. Oleh karena itu, kami melakukan pelatihan alat berat berkesinambungan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar peluang kerja dapat diakses maksimal oleh angkatan kerja melalui pelatihan kompetensi,” katanya, Senin (12/1/2026).
Farid Wajdi menjelaskan, Kalteng memiliki banyak perusahaan di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan kehutanan yang memerlukan operasional alat berat. Hal ini merupakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah angkatan kerja di Kalimantan Tengah berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025, sebanyak 1.476,30 ribu orang, naik 15,39 ribu orang dibanding 2024.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68,40 persen, turun sebesar 0,31 persen poin dibanding 2024. Sedangjan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,97 persen. Penduduk yang bekerja 2025 sebanyak 1.417,68 ribu orang.
“Pelatihan operator alat berat yang sudah dilaksanakan selama dua tahun ini diharapkan dapat melatih orang-orang lokal untuk mengisi lowongan operator alat berat di Kalimantan Tengah,” tutup Kadisnakertrans Kalteng ini.

