
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi menilai aksi mahasiswa, ormas, dan masyarakat yang marak dalam beberapa pekan terakhir merupakan ekspresi demokrasi yang patut dihargai.
Menurutnya, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara, sekaligus menjadi peringatan bagi para wakil rakyat untuk terus memperbaiki diri.
“Kita wajib berterima kasih kepada mahasiswa, OKP, ormas, dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya. Ini momentum refleksi, koreksi, sekaligus pengingat bagi kami agar meningkatkan etos kerja dan tetap hadir di tengah masyarakat,” ucapnya, Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut Junaidi menyebut, gejolak politik nasional yang berimbas ke daerah harus dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan mahasiswa bukan untuk melemahkan, melainkan mengingatkan wakil rakyat agar tidak melenceng dari amanah publik.
Ia juga bersyukur bahwa aksi-aksi di Kalimantan Tengah berjalan tertib dan damai. Hal ini menurutnya menunjukkan kedewasaan masyarakat Kalteng dalam menyampaikan aspirasi tanpa anarkisme.
“Syukur alhamdulillah, aksi di Kalteng berlangsung damai. Itu harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, Junaidi mengingatkan agar DPRD tidak alergi terhadap kritik. Justru kritik, katanya, adalah energi positif untuk perbaikan kinerja.
“Kami berharap media, mahasiswa, OKP, dan masyarakat selalu mengingatkan kami agar tetap menjalankan amanah dengan baik,” katanya.
Ditambahkan Junaidi, keterbukaan terhadap kritik publik merupakan kunci agar lembaga legislatif tetap dipercaya rakyat.
“Jangan sampai kepercayaan itu tergerus oleh tindakan atau keputusan yang menciderai rasa keadilan,” pungkasnya.

