Kalteng TerkiniKalteng Terkini
  • Home
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
    • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
    • Pedoman Media Siber
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Advetorial
  • Daerah
    • Buntok
    • Gunung Mas
    • Kasongan
    • Kuala Kapuas
    • Kuala Pembuang
    • Lamandau
    • Muara Teweh
    • Nanga Bulik
    • Palangkaraya
    • Pangkalan Bun
    • Pulang Pisau
    • Puruk Cahu
    • Sampit
    • Sukamara
    • Tamiang Layang
  • Opini
  • Eksekutif
    • Pemerintah Provinsi Kalteng
    • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
    • Pemerintah Kota Palangkaraya
    • Pemerintah Kabupaten Murung Raya
    • Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur
    • Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau
  • Legislatif
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kabupaten Barito utara
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Kabupaten Murung Raya
    • DPRD kabupaten Pulang Pisau
    • DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Renungan
Font ResizerAa
Kalteng TerkiniKalteng Terkini
Font ResizerAa
  • Home
  • Tentang
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Advetorial
  • Daerah
  • Opini
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Renungan
  • Home
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
    • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
    • Pedoman Media Siber
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Advetorial
  • Daerah
    • Buntok
    • Gunung Mas
    • Kasongan
    • Kuala Kapuas
    • Kuala Pembuang
    • Lamandau
    • Muara Teweh
    • Nanga Bulik
    • Palangkaraya
    • Pangkalan Bun
    • Pulang Pisau
    • Puruk Cahu
    • Sampit
    • Sukamara
    • Tamiang Layang
  • Opini
  • Eksekutif
    • Pemerintah Provinsi Kalteng
    • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
    • Pemerintah Kota Palangkaraya
    • Pemerintah Kabupaten Murung Raya
    • Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur
    • Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau
  • Legislatif
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kabupaten Barito utara
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Kabupaten Murung Raya
    • DPRD kabupaten Pulang Pisau
    • DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Renungan
Follow US
Pemerintah Provinsi Kalteng

Kepala Balai Bahasa : Dua Bahasa daerah di Kalteng berisiko Punah

admin01
Published: November 21, 2023
Share
3 Min Read
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Muis.

PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Muis harapkan Revitalisasi bahasa daerah terus berlanjut melalui Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2023.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTIB) yang dilaksanakan pada Selasa, (21/11/2023) di Bahalap Hotel merupakan kegiatan yang ketiga, setelah yang pertama di Pangkalan Bun pada tanggal 7 hingga 9 November 2023 dan yang kedua di Barito Selatan.

Kegiatan hari ini diikuti 1 Kota Palangka Raya dan 6 Kabupaten, yakni Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, dan Kabupaten Katingan.

“Festival Tunas Bahasa Ibu ini sebenarnya tujuan akhir kita adalah bagaimana caranya supaya bahasa daerah itu terus lestari dan terus digunakan oleh generasi muda baik dari tataran TK, SD, SMP sampai dengan SMA. Itulah sebabnya dalam Festival kita ini menyertakan peserta dari tingkat SD hingga SMP.” Jelas Muis.

Tambahnya, sejatinya 26 bahasa daerah di Kalimantan Tengah ini masih dalam kondisi baik, dan digunakan secara baik oleh para penuturnya. Hanya yang menjadi catatan ada Bahasa Siang yang berasal dari daerah Murung Raya berada di lima desa yang seharusnya menggunakan Bahasa Siang tersebut. Namun sekarang sudah ada 2 Desa yang sama sekali tidak meggunakan bahasa Siang.

“Ini menjadi kekhawatiran kita bersama dan semoga Bahasa Dayak Siang itu akan terus digunakan walaupun di 2 Desa itu tadi sudah ada kemungkinan akan punah. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari daerah tersebut adalah dikarenakan generasi muda nya yang malu menggunakan bahasa daerah dan lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia.” Terangnya.

Kemudian juga ada Bahasa Paku yang ada di Barito Timur yang penuturnya sangat sedikit sekali di Kalteng, Balai Bahasa Kalteng berharap tidak terjadi lagi 13 kabupaten dan 1 kota ada bahasa-bahasa yang menuju ambang kepunahan.

Muis juga mengajak dan mengimbau agar masyarakat merasa bangga dan tidak merasa malu jika menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Bahasa daerah adalah salah satu bentuk kebudayaan dan kalau bahasa daerah itu punah maka kebudayaan juga akan punah.

“Jadi memang penggunaan bahasa daerah sekarang ini cenderung menurun karena banyak yang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing dibanding bahasa daerahnya. Jadi memang dua bahasa yaitu Siang dan Paku tersebut yang kini penuturnya mulai berkurang. Diharapkan jangan malu untuk berbahasa daerah, bahkan membanggakan bahasa daerah agar bahasa tersebut tetap lestari.” Tutupnya.

Share This Article
Facebook Copy Link Print

Recent Posts

  • KKB Jadi Simbol Kerukunan Antar Suku Wilayah dan Mitra Pemerintah Dukung Pembangunan August 30, 2025
  • KKB Kalteng Komitmen Pelihara dan Lestarikan Budaya Bakumpai Bagian Kekayaan Negara August 30, 2025
  • Pemprov Siapkan Desa Antikorupsi.KPK RI Lakukan Verifikasi Kelayakan August 29, 2025

Berita yang mungkin anda minati

Pemerintah Provinsi Kalteng

KKB Jadi Simbol Kerukunan Antar Suku Wilayah dan Mitra Pemerintah Dukung Pembangunan

August 30, 2025
Pemerintah Provinsi Kalteng

KKB Kalteng Komitmen Pelihara dan Lestarikan Budaya Bakumpai Bagian Kekayaan Negara

August 30, 2025
Pemerintah Provinsi Kalteng

Pemprov Siapkan Desa Antikorupsi.KPK RI Lakukan Verifikasi Kelayakan

August 29, 2025
Pemerintah Provinsi Kalteng

Festival Bonsai Momentum Lestarikan Bumi Tambun Bungai dan Pererat Tali Silaturahmi

August 29, 2025

Footer

  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?