
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, S. P, menyoroti keterbatasan infrastruktur kesehatan di daerahnya di tengah meningkatnya kebutuhan layanan masyarakat. Dari 17 kecamatan, Kapuas baru memiliki 17 puskesmas dan satu rumah sakit tipe C.
Dengan kapasitas fiskal daerah yang terbatas APBD sekitar Rp2,6 triliun, Wiyatno menilai dukungan anggaran dari pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan.
“Perlu suntikan dari APBN untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujarnya saat memberi sambutan di pembukaan Cataract Surgery Camp hibah Noor Dubai Foundation, di Rujab Bupati, Jumat, 24 April 2026.
Menurut Wiyatno, sektor kesehatan menjadi prioritas, terlebih Kapuas menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah bergambut yang berdampak langsung terhadap kesehatan warga.
Dalam kesempatan itu, Wiyatno menyambut kedatangan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono beserta jajaran. Ia berharap kunjungan tersebut membawa dampak konkret bagi penguatan layanan kesehatan di daerah.
“Kalau ada proposal dari Kabupaten Kapuas, mudah-mudahan selalu diingat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdullah Salem Aldhaheri dan Presiden Noor Dubai Foundation Nasser Albudoor atas dukungan dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak.
Program operasi katarak gratis yang digelar bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) itu telah berlangsung dua kali sejak 2025. Tahun lalu, sekitar 150 warga mengikuti operasi, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 200 peserta.
Bupati Wiyatno menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, mengingat biaya operasi katarak mandiri bisa mencapai sekitar Rp10 juta per pasien.
“Ini sangat berarti bagi warga yang mengalami gangguan penglihatan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara rutin di Kapuas, seiring dukungan pemerintah pusat dan mitra internasional untuk meningkatkan layanan kesehatan di daerah. (*/dn)

