
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Halaman Masjid Agung Al Mukarram Amanah Kuala Kapuas dipenuhi ribuan jemaah sejak selepas magrib, Minggu malam, 19 April 2026. Mereka datang dari berbagai penjuru menunggu dimulainya Tablig Akbar Kapuas 2026.
Acara baru dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Pemerintah Kabupaten Kapuas menghadirkan penceramah dari Sulawesi Selatan, Ustaz Das’ad Latif, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75.
Tablig akbar dihadiri Bupati Kapuas H.M. Wiyatno bersama Wakil Bupati Dodo dan Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kapuas.
Dideretan tamu undangan tampak hadir, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, kepala organisasi perangkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan organisasi Islam, para habaib, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati HM Wiyatno menyebut kehadiran Ustaz Das’ad Latif sebagai jawaban atas keinginan masyarakat. “Selama ini masyarakat hanya melihat beliau dari media sosial,” tuturnya.

Ia mengatakan momentum hari jadi daerah menjadi kesempatan menghadirkan langsung sang penceramah ke Kapuas. Bupati juga menyinggung kondisi masyarakat Kapuas yang heterogen, terdiri atas beragam suku dan agama, namun tetap hidup dalam suasana yang relatif kondusif.
“Toleransi terjaga dengan baik, adem ayem,” ujarnya. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti tablig akbar dapat memperkuat suasana tersebut.
Pemerintah daerah menargetkan Kapuas menjadi daerah yang lebih makmur dan sejahtera, sejalan dengan moto “Kapuas Bersinar”—berdaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius.
Sementara itu, di hadapan jamaah, Ustaz Das’ad Latif mengajak umat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi hal-hal yang dilarang agama dan tidak mengikuti langkah-langkah setan.
“Agar kita selamat dunia dan akhirat,” kata dia dalam ceramahnya. Ia juga mengapresiasi undangan dari pemerintah daerah Kabupaten Kapuas.
Pada satu momen, ia mengajak jamaah menyalakan lampu telepon genggam dan mengangkatnya ke atas sambil melantunkan selawat Nabi. Ribuan titik cahaya pun berpendar di halaman masjid, menciptakan suasana yang khidmat.
Tablig akbar berlangsung hingga selesai.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menilai kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan upaya memperkuat nilai keagamaan sekaligus merawat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. (*/dn)

