
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pawai Karnaval Budaya Kapuas Bersinar 2026 berlangsung meriah di Jalan Patih Rumbih, Sabtu siang, 11 April 2026. Titik tersebut menjadi awal dimulainya iring-iringan peserta yang memadati ruas jalan dengan beragam tampilan budaya.
Kegiatan yang diinisiasi panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Kapuas ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75.
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno secara resmi melepas peserta karnaval. Ia didampingi Wakil Bupati Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapuas.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Ny. Hj. Siti Saniah Wiyatno, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Hertitati Dodo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Silvya Veronita Usis I. Sangkai, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.
Sepanjang kegiatan, peserta dan tamu undangan tampil mengenakan busana adat, menciptakan nuansa budaya yang kental. Karnaval menampilkan beragam kekayaan lokal, mulai dari pakaian tradisional hingga atraksi seni yang merepresentasikan kearifan masyarakat Kapuas.

Peserta karnaval berasal dari berbagai unsur, seperti perangkat daerah, pelajar, komunitas seni, hingga perwakilan etnis dan paguyuban. Mereka menampilkan ragam budaya Nusantara dalam satu panggung kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wiyatno menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang masyarakat Kapuas.
“Angka 220 dan 75 bukan sekadar deretan angka. Ini adalah bukti perjalanan panjang, perjuangan, dan ketangguhan masyarakat Kapuas dalam membangun daerah yang kita cintai ini menjadi rumah yang harmonis bagi berbagai suku dan budaya,” katanya.
Bupati menyebut karnaval budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus ruang ekspresi tradisi lokal. Beragam etnis seperti Dayak, Banjar, Jawa, dan lainnya tampil dalam harmoni yang mencerminkan kemajemukan Kapuas.
“Karnaval budaya ini adalah panggung besar bagi warisan leluhur kita. Di sini keberagaman bersatu padu,” tambahnya.
Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga bersama. Kekuatan daerah terletak pada kemampuannya merawat akar budaya di tengah arus perubahan zaman.
“Budaya adalah identitas kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akarnya,” tutur Wiyatno.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan. Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Tingang Menteng Panunjung Tarung yaitu bertekad bulat menuju kejayaan.
Antusiasme masyarakat tampak di sepanjang rute karnaval. Warga memadati jalan untuk menyaksikan ragam atraksi, busana adat, dan pertunjukan seni dari berbagai kontingen.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam melestarikan serta mengembangkan budaya lokal sebagai fondasi persatuan dan identitas daerah. (*/dn)

