
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas memacu penataan Kota Timpah dengan memprioritaskan pembangunan bundaran di Simpang 5 Lungkuh Layang, titik yang selama ini dikenal padat lalu lintas dan rawan kecelakaan.
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno mengatakan proyek tersebut menjadi bagian penting penataan wajah kota agar lebih tertib, aman, dan representatif. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kecamatan Timpah, di sela agenda ke Lawang Kamah, Kamis, 2 April 2026.
“Pembangunan bundaran ini ditargetkan bisa direalisasikan pada 2027. Desainnya sudah disiapkan, mengacu pada konsep hasil sayembara sebelumnya,” kata Wiyatno.
Kunjungan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Berinto, anggota DPRD Kapuas Didi Hartoyo, anggota DPRD Provinsi Kalteng Yohanes Fredy Ering, serta Kepala Dinas terkait.
Menurut Wiyatno, keberadaan bundaran tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi pintu masuk penataan kawasan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan pertokoan di sepanjang ruas Jalan Timpah menuju Lawang Kamah.
Ia menyoroti posisi strategis Timpah sebagai jalur penghubung lintas daerah. Arus kendaraan dari Barito Selatan, Barito Timur, Muara Teweh, Puruk Cahu hingga Kalimantan Selatan melintasi kawasan tersebut, sehingga volume kendaraan cukup tinggi.
“Kondisi itu menuntut penataan infrastruktur yang memadai, terutama di Simpang 5 Lungkuh Layang yang kerap mengalami kepadatan dan memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi,” ujarnya.
Pemkab Kapuas optimistis penataan ini akan membawa perubahan signifikan bagi Kota Timpah, menjadikannya kawasan yang lebih tertib, aman, dan berkembang sebagai simpul strategis di Kalimantan Tengah. (*/dn)

