
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan launching layanan digital serta Kick Off Mini Championship TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (9/3/2026).
Menurut Yuliansah, dalam mendukung digitalisasi daerah, Bank Indonesia menjalankan empat peran utama, yakni sebagai penasihat kebijakan, fasilitator sinergi lintas instansi, pelaksana monitoring dan evaluasi, serta penggerak capacity building dan literasi digital.
Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk semester II tahun 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kalimantan Tengah telah mencapai 86,8 persen dengan status digital, yang merupakan kategori tertinggi.
“Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah juga hampir semuanya telah mencapai indeks digital,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat peluang yang perlu dioptimalkan, khususnya dalam pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.
Secara data, penerimaan daerah di Kalteng masih didominasi kanal konvensional melalui teller maupun agen bank.
Karena itu, diperlukan peningkatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih memanfaatkan layanan digital yang telah tersedia.
Selain itu, implementasi kartu kredit pemerintah daerah juga dinilai masih perlu ditingkatkan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah kita masih cukup banyak dan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Dalam menjawab tantangan tersebut, Yuliansah mengapresiasi inovasi layanan digital melalui aplikasi E-Pahari, hasil kolaborasi layanan Samsat Polda Kalteng, Badan Pendapatan Daerah Provinsi, Jasa Raharja, serta dukungan Bank Kalteng.
Ia menilai inovasi tersebut menjadi langkah besar dalam mengintegrasikan layanan dan berpotensi meningkatkan optimalisasi penerimaan daerah.
“Mulai hari ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran perpanjangan pajak kendaraan bermotor secara mandiri melalui kios atau kantor cabang Bank Kalteng tanpa harus mengantre,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan konsumen di era digital.
Menurutnya, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi digital dan memastikan keamanan layanan sebelum melakukan pembayaran.
“Jika merasa ragu terhadap suatu layanan digital, sebaiknya dihentikan terlebih dahulu dan cari informasi yang jelas sebelum melakukan transaksi,” tegasnya.
Untuk mempercepat digitalisasi daerah, TP2DD Kalteng juga telah menyusun peta jalan melalui tiga fase pengembangan serta melakukan benchmarking dengan daerah lain yang telah sukses menerapkan digitalisasi.
Di akhir sambutannya, Yuliansah menyampaikan bahwa Kick Off Mini Championship TP2DD Kalteng menjadi momentum untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah.
Ia menjelaskan, penilaian TP2DD nasional tahun 2026 akan mencakup tiga aspek utama yaitu output, outcome, dan proses, dengan komitmen regulasi serta realisasi implementasi menjadi kunci keberhasilan.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran resmi layanan E-Pahari oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo.(Yz)

