
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Tengah Masa Bakti 2025–2030 resmi dilantik, Kamis (19/2/2026), di Aula Jaya Tingang Kantor Gubernur Kalteng. Hj. Saidah, M.Hut dipercaya menakhodai Baznas Kalteng bersama jajaran pimpinan lainnya untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan peran Baznas Kalteng sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepengurusan baru berkomitmen menghadirkan tata kelola yang semakin baik, sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan bagi masyarakat.
Ketua Baznas Kalteng Hj. Saidah menegaskan, lembaga yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga pada pendistribusian yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Baznas harus hadir sebagai solusi bagi umat. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi zakat di Kalimantan Tengah sangat besar, terutama dengan banyaknya perusahaan dan pelaku usaha yang beroperasi di daerah ini. Potensi tersebut, jika dihimpun secara optimal dan didukung kolaborasi lintas sektor, dapat menjadi kekuatan nyata dalam mendukung program sosial dan ekonomi masyarakat.
Pada awal masa kerja, Baznas Kalteng memprioritaskan pembenahan internal, penyusunan kebijakan strategis, serta penguatan sistem penghimpunan dan pelaporan berbasis prinsip syariah dan akuntabilitas publik. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas partisipasi muzaki.
Selain itu, Baznas Kalteng juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan guna mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi.
Dengan kepemimpinan baru, Baznas Kalteng diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat, memperluas program bantuan produktif, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

