
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Endang Susilawati, menegaskan komitmennya dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai mesin transformasi pendidikan dan kesehatan di Bumi Tambun Bungai.
Bagi politikis dari Fraksi Gerindra ini, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan manifestasi nyata dari pendidikan yang merakyat.
”Ada empat dampak utama yang menjadi alasan mengapa MBG adalah kebijakan strategis nasional yang harus sukses di Kalteng,” katanya, Kamis (5/2/2026) di Palangka Raya.
Empat dampak utama itu lanjut Endang yaitu fokus belajar dan prestasi akademik, perut yang kenyang dengan gizi sempurna berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi siswa di kelas.
Kemudian terkait solusi ekonomi Keluarga, dimana MBG secara tidak langsung meringankan beban harian orang tua. Terutama keluarga kurang mampu, sehingga uang harian sekolah bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.
Berikutnya investasi generasi emas, yakni memutus rantai stunting melalui asupan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein (hewani dan nabati), serta sayur dan buah.
“Terkahir, ekonomi desa bergerak, dimana program MBG ini melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku, sehingga menjadikan sekolah sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Endang menyebut, program yang diimplementasikan secara masif pada 2025-2026 ini dirancang secara sistematis dengan kolaborasi Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan sekolah.
Targetnya mencakup, peserta didik (PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK). Para santri di Pondok Pesantren. Ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan dini stunting.
Lebih dari itu sebagai wakil rakyat, Endang Susilawati berkomitmen menjalankan peran krusial dalam pengawasan. Terutama pada dua aspek kritis, yakni kualitas dan variasi menu, menjamin makanan tetap higienis dan tidak membosankan agar anak-anak senang mengonsumsinya.
Ternasuk pengawasan distribusi MBG di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pelosok, menjadi perhatian utama agar kualitas bahan makanan tetap segar hingga ke tangan siswa.
”Program ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi desa melalui satuan pelayanan makan bergizi yang melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah,” pungkas Endang. (*/Red)

