
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terus mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan tapping box atau alat perekam transaksi elektronik dalam mendukung kegiatan usahanya
Seperti pada Selasa (3/2/2026), Bapenda Palangka Raya menggelar sosialisasi penggunaan tapping box atau alat perekam transaksi elektronik kepada para pelaku usaha, seperti pemilik rumah makan, kafe, hingga restoran.
Sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Huma Betang, Palangka Raya.
“Penggunaan tapping box atau alat perekam transaksi elektronik ini secara tidak langsung dapat meningkatkan transparansi dan optimalisasi pemungutan pajak daerah,” kata Arbert kepada awak media.
Lebih jauh Sekda menekankan bahwa penerapan teknologi ini merupakan langkah krusial dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih modern dan akuntabel.
Disisi lain jelasnya, pemasangan tapping box bertujuan untuk mencatat setiap transaksi secara real-time, sehingga potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir.
“Perangkat ini bukan untuk membebani pelaku usaha, melainkan untuk memastikan bahwa pajak yang telah dibayarkan oleh konsumen benar-benar masuk ke kas daerah demi pembangunan kota,” ungkapnya
Ditambahkan Arbert, selain sebagai alat pengawasan, penggunaan sistem digital ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi seluruh pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Bapenda Palangka Raya Emi Abriyani menambahkan, dengan data yang terekam secara akurat, tidak akan ada lagi perbedaan perlakuan pajak antar satu gerai dengan gerai lainnya, sehingga iklim usaha di Palangka Raya tetap sehat dan kompetitif.
Kegiatan sosialisasi ini imbuh dia, setidaknya menjadi ruang diskusi bagi para pemilik kafe dan restoran untuk memahami regulasi terbaru, serta manfaat jangka panjang dari integrasi sistem transaksi elektronik dalam operasional bisnis.
“Melalui sosialisasi ini Bapenda juga memberikan edukasi teknis mengenai cara kerja, dan pemeliharaan alat tersebut kepada para peserta,” tutur Emi.

