
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID- Langkah kaki Wakil Bupati Kapuas Dodo, S.P. menyusuri jalan setapak di pedalaman Mandau Talawang menjadi penanda bahwa jarak geografis tak seharusnya menjadi sekat pembangunan.
Hampir dua jam Wabup Dodo dan rombongan berjalan, menembus rimba dan sunyi, menuju Desa Masupa Ria, sebuah kampung di hulu Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (24/1/2026).
Perjalanan itu menjadi simbol sederhana bahwa jarak geografis tak semestinya menjadi batas bagi pembangunan.
Wabup Dodo tidak datang sendiri. Dia didampingi Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, Kepala Dinas PUPR Hargatin, Kepala Dinas Kominfosantik Hartoni U. Sawang, Kepala Dinas Perkimtan Yan Hendri Ale, Kepala DKPP Vitrianson, serta perwakilan Dinas PMD Kabupaten Kapuas.
Dua camat wilayah setempat ikut serta dalam rombongan tersebut yakni Camat Mandau Talawang Ruko Andi Lela Sebayang dan Camat Kapuas Hulu Novrianto, juga ikut mendampingi.
Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kapuas ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 23–25 Januari 2026, dengan satu tujuan utama menyentuh desa-desa terpencil dan mendengar suara yang kerap teredam oleh jauhnya akses.

Untuk mencapai Masupa Ria, rombongan harus berpindah-pindah moda transportasi. Perjalanan dimulai dengan kelotok dari Sei Pinang menuju Desa Manyarung. Dari sana, rombongan melanjutkan ke Dusun Jakatan Masupa.
Dari dusun inilah rombongan meninggalkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Masupa Ria. Malam pun dihabiskan di desa tersebut bersama warga yang menyambut dengan kehangatan sederhana.
Wabup Dodo menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung terkait kondisi wilayah, pelaksanaan pembangunan, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Melalui kunjungan kerja ini, pemerintah daerah ingin melihat langsung kondisi wilayah dan mendengar aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Dodo di sela-sela perjalanannya.
Keesokan harinya, Minggu (25/1/2026), rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Dari Masupa Ria menuju Desa Batu Makab ditempuh dengan ojek.
Kemudian perjalanan berlanjut menggunakan speedboat menuju Tumbang Lahung, ibu kota Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya. Menjelang malam, rombongan menempuh jalur darat menuju Sei Hanyo untuk bermalam.
Selama kunjungan kerja, Pemerintah Kabupaten Kapuas melakukan peninjauan lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.
Seperti Infrastruktur, permukiman, ketahanan pangan, hingga pelayanan dasar masyarakat menjadi fokus perhatian.
Semua dicatat, didengar, dan dirangkum sebagai bahan evaluasi.
Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap, dengan turun langsung ke pedalaman, sinergi lintas sektor dapat diperkuat. Pembangunan, tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan semata tapi benar-benar sampai ke daerah pelosok pedalaman. (*/dn)

