
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinsos Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinsos akan menangani secara manusiawi setiap pendatang yang mengalami masalah sosial, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun sakit tanpa keluarga.
Penanganan awal dilakukan dengan membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Kalawa Atei, sebelum ditempatkan di rumah singgah atau lokasi rehabilitasi sosial.
“Setelah dirawat di Rumah Sakit Kalawa Atei dan kondisinya stabil, baru kita pindahkan ke rumah singgah atau tempat rehabilitasi,” ungkapnya, Minggu (11/1/2026).
Lebih jauh Riduan menjelaskan, selama masa observasi yang berlangsung sekitar dua hingga tujuh hari, pihaknya akan berkoordinasi untuk menelusuri keberadaan keluarga melalui dinas sosial daerah asal.
“Kita hubungi dinas sosial setempat, misalnya dari Madura, NTT, atau daerah lain. Kita jelaskan bahwa yang bersangkutan sudah kita rawat dan sementara diobservasi,” imbuhnya.
Riduan menegaskan penanganan tersebut berlaku khusus bagi pendatang dari luar Kota Palangka Raya. Menurutnya, apabila tidak memiliki keluarga di daerah setempat, pemulangan menjadi solusi terbaik agar yang bersangkutan mendapat perawatan lanjutan dari keluarga.
“Kalau dia dari luar biasanya kita rawat dulu. Setelah keluarga ditemukan, kita antar pulang, apalagi kalau jaraknya jauh,” jelasnya.
Ia mencontohkan, kasus seorang pendatang asal Semarang yang menderita penyakit kencing manis dan tidak memiliki keluarga di Palangka Raya.
Setelah dirawat di RS Doris Sylvanus dan kondisi stabil, yang bersangkutan ditampung sementara di rumah singgah sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal.
“Dinas sosial di daerah asal yang mencari keluarganya, setelah ketemu baru kita antar pulang,” tambahnya.
Lebih dari itu dia menegaskan bahwa Dinas Sosial hadir untuk memanusiakan manusia, khususnya bagi kelompok rentan seperti ODGJ, orang telantar, lansia terlantar, dan warga tidak mampu.
“Kita tampung dulu, kita rawat kalau perlu, sambil kita cari keluarganya. Itu bentuk tanggung jawab dan kemanusiaan,” pungkasnya.

