
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas membawa satu agenda utama saat menyambangi kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pemerintah daerah ingin membuka simpul konektivitas melalui pembangunan jalan Basarang–Batanjung, ruas strategis yang menjadi akses penting menuju kawasan industri dan Pelabuhan Laut Batanjung.
Audiensi tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, didampingi pimpinan perangkat daerah dan jajaran teknis.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas mengajukan dukungan pemerintah pusat untuk penanganan ruas jalan Basarang–Batanjung sepanjang 54 kilometer.
Ruas ini dinilai strategis karena menjadi akses utama menuju kawasan industri dan Pelabuhan Laut Batanjung, sekaligus menopang Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) dan kawasan minapolitan di Kapuas.
“Jalan Basarang–Batanjung bukan hanya soal infrastruktur, tapi urat nadi ekonomi daerah,” kata Usis.

Menurut dia, keberadaan jalan tersebut akan memperkuat distribusi hasil pangan dan perikanan serta membuka konektivitas darat ke kawasan-kawasan strategis di Kabupaten Kapuas.
Usis juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten.
Setelah jalan tersebut berfungsi, peningkatannya akan diusulkan kepada pemerintah pusat. “Target kami, tahun 2027 jalan Basarang–Batanjung sudah bisa difungsikan,” ujarnya.
Sementara itu dari pihak Bappenas, Direktur Pembangunan Indonesia Barat yang diwakili Koordinator Tim Pembangunan Indonesia Barat Wilayah Kalimantan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Pembangunan jalan Basarang–Batanjung dinilai sejalan dengan arah kebijakan penguatan konektivitas wilayah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Bappenas mendorong Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk segera menyelesaikan dan memperbarui dokumen perencanaan, serta memastikan sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar program pembangunan berjalan efektif.
Menutup audiensi, Usis berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan kawasan Batanjung yang diproyeksikan sebagai pintu masuk dan keluar wilayah timur Provinsi Kalimantan Tengah. (*/dn)

