
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2025 tergolong masih kuat ditengah ketidakpastian global. Hal ini ditandai dengan perekonomian yang tumbuh sebesar 5,04% (yoy).
Ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan dapat terus tumbuh yang terus didorong oleh kebijakan fiskal dan moneter pro-growth untuk mendorong akselarasi pertumbuhan ekonomi, ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias pada acara Bincang Sore Ngobrol Bareng Bank Indonesia dengan Media Kalteng di Executive Lounge BI Kalteng, Selasa (11/11/2025).
Acara ini digelar dalam rangka menyambut dua agenda besar Bank Indonesia Provinsi Kalteng yakni ; Temu Responden dan Mitra Kerja Bank Indonesia 2025 serta Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat
Lebih lanjut Yuliansyah Andrias, mengungkapkan hal itu berpengaruh pada belanja pemerintah yang berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Tengah pertumbuhan di wilayah Kalimantan diprakirakan didorong oleh industri pengelolaan dan pertambangan, tuturnya.
Menurutnya, ekspor Kalimantan Tengah pada Januari-September 2025 senilai US$2.554.32 juta, mengalami kontraksi 14,21 persen dibanding Januari-September 2024.
Impor Kalimantan Tengah pada Januari-September 2025 senilai US$28.34 juta, mengalami kontraksi 47,22 persen dibanding Januari-September 2024.
“Ke depan, nilai tukar rupiah diprakirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia”, terangnya.
Ke depan nilai tukar rupiah diprakirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilal Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Terkait kegiatan Temu Responden dan Mitra Kerja Bank Indonesia 2025, tambahnya, merupakan agenda rutin tahunan seperti responden lembaga survei, survei kegiatan data usaha, survei pedagang eceran, survei pemantauan harga dan pusat informasi harga pangan strategis, serta tema temu responden tahun ini sendiri yaitu, “Relearning to Stay Relevant: Mengasah Daya Saing Melalui Pembelajaran Berkelanjutan”.
Pertemuan ini bagian dari sinergitas dalam memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi nasional secara merata.

