
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Objek wisata Rohani atau yang dikenal Taman ibadah Banama Tingang yang telah dibangun dan dalam proses tahap finishing. pembangunan sarana dan prasarana ibadah ini dilakukan oleh pemerintah kabupaten pulang pisau di desa Tangkahen, Kalimantan Tengah dan tidak jauh dari Ibukota Kalimantan Tengah,Kota Palangka Raya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam waktu dekat, akan segera menyerahkan kepada Pihak GKE saat penataan dan pembangunan lokasi wisata rohani, sepenuhnya rampung dilaksanakan.
Lokasi wisata Rohani tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PGI wilayah Kalteng, Pendeta Ayang Setiawan,M.Th.
Lokasi wisata religi yang terletak di desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, yang hampir rampung dan masuk dalam tahap finishing, sudah bisa dikunjungi, dengan relief patung batu, perjalan hidup Yesus Kristus bersama 12 muridnya sesuai dengan isi kesaksian di Alkitab, kemudian di ukir secara detail dan di cat secara apik, dibalut suasana alam yang eksotis dengan hutan dan perbukitan yang masih terlihat masih asri mengelilingi lokasi wisata rohani, dengan latar belakang sebuah bangunan gereja yang megah dan baru selesai dibangun, GKE Sinta Tangkahen, menambah suasana religius semakin nyata saat berada dilokasi wisata.
Meski di Palangka Raya juga memiliki tempat yang serupa yang dimiliki oleh umat gereja lain, namun apa yang dimiliki Gereja Kalimantan Evangelis ( GKE ) ini nantinya tidak kalah menarik, eksotis dengan dikelilingi alam yang masih asri,tenang dan penuh suasana religius.
Menanggapi hal tersebut Ketua PGI Kalteng, Pdt Ayang Setiawan,M.Th mengatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan lokasi wisata religi yang berada di desa Tangkahen tersebut.
” Seperti Kita ketahui, karena kita saat ini masih berada di dunia, dan Kita sebagai manusia memerlukan tempat hiburan, meski ada mall dan bioskop,tetapi kita juga membutuhkan tempat – tempat rekreasi yang bisa mendukung kerohanian kita, sebagai umat kristen. Dan kami sangat menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan baik secara individu, lembaga gerejawi, bahkan secara luar biasa lembaga pemerintah telah membangun tempat rekreasi rohani yang nantinya akan dihibahkan kepada gereja, hal ini sangat luar biasa dan kami menyampaikan terimakasih ” ucap Pdt Ayang Setiawan, usai memimpin ibadah Minggu pagi di Gereja Sion. Minggu (2/11/2025).

Dirinya juga memberikan dukungan dan apresiasi sekaligus ucapan terimakasih kepada pemerintah kabupaten pulang pisau yang telah membantu jemaat sekaligus sebagai bentuk pembinaan umat Tuhan.
” Kami berharap tempat wisata rohani seperti itu harus mendapatkan pengelolaan yang baik, sehingga, fungsi dan manfaatnya benar-benar terwujud, karena banyak juga tempat wisata rohani yang pada akhirnya kurang diminati, kemungkinan karena pengelolaannya yang kurang baik. Kiranya apa yang sudah diberikan oleh pemerintah ini bisa di upayakan dan dikelola dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi sebuah objek wisata rohani yang mampu menumbuhkan kerohanian kita” tandasnya.
Objek wisata rohani di desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, secara simbolis sudah dikunjungi Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i didampingi wakil Bupati sekda kabupaten pulang pisau dan camat Bawan beserta rombongan beberapa waktu yang lalu pada bulan September 2025.
Dalam komentarnya bupati pulang pisau Ahmad Rifa’i mengatakan, yang diunggah dalam media sosial akun tiktok @ jejak _patanak bahwa berharap pada akhir tahun 2025 pembangunan seluruh bangunan, baik Gereja dan lokasi wisata rohani bisa diselesaikan dengan segera dan bisa digunakan oleh umat Kristen untuk beribadah sekaligus berwisata rohani.
” Kita berharap semua bisa selesai dan segera diserahkan kepada pihak Yayasan, agar mereka bisa mengelola dengan baik. Dan ini juga salah satu Gereja di kabupaten pulang pisau yang memiliki tempat wisatanya dan semuanya ini di bangun dari APBD kabupaten Pulang Pisau, yang dibangun secara bertahap ” ungkap Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i.
Hal ini mendapat dukungan dari sekda kabupaten pulang pisau Toni H. Ia menambahkan bahwa pembangunan Infrastruktur tempat ibadah sekaligus wisata rohani untuk menambah tempat -tempat umat Kristen dalam mencari suasana berbeda dalam berekreasi rohani.
” Tempat ini ada Bangun Gereja,taman wisata rohani, jembatan, gazebo dan dilanjutkan tempat -tempat kebaktian dan lokasi wisata ini semua, bersifat Oikumene yang artinya semua denominasi Gereja bisa melakukan kegiatan ibadah dan berwisata religi ditempat ini,pungkasnya

