
KOTAWARINGIN TIMUR, KALTENGTERKINI.CO.ID – Lemahnya pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di daerah, Dewan mendesak Pertamina agar memperketat pengawasan terhadap seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kotim.
“Pertamina harus menindak tegas SPBU yang lalai atau membiarkan praktik pengisian berulang. Pengawasan harus diperketat agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” tegas Hendra Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hendra Sia, Sabtu (25/10/2025).
Menurut Hendra Sia, minimnya pengawasan faktual di lapangan menyebabkan praktik pelangsiran menjadi hal yang dianggap biasa. Kondisi ini merugikan masyarakat dan menimbulkan antrean panjang di SPBU.
“Kalau dibiarkan terus, masyarakat akan makin tidak percaya terhadap sistem pembelian BBM bersubsidi. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Hendra juga menyoroti kondisi SPBU di luar Kota Sampit yang dinilai sangat memprihatinkan.
Ia menegaskan, persoalan distribusi BBM bukan karena kekurangan kuota, tetapi karena penyalurannya yang tidak tepat.
Saat ini, kebutuhan harian BBM di Kotim mencapai 151 kiloliter (KL) untuk Pertamax dan 366 KL untuk Pertalite.

