
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana mengatakan Kalteng Expo merupakan sarana yang tepat dalam mengangkat potensi Kalimantan Tengah dari produk lokal.
“Agenda tahunan Kalteng Expo 2024 merupakan peran Pemprov Kalteng dalam mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus media promosi potensi produk unggulan, dengan harapan dapat menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya, Sabtu (11/4/2024) malam.
Pameran produk lokal ini digelar di arena pameran Temanggung Tilung, tanggal 11 – 15 Mei 2024 yang dibuka untuk umum mulai 10.00 WIB – 22.00 WIB.
“Kalteng Expo ini menghadirkan peserta yang banyak dengan total 324 stand. Untuk stand Indoor 36 stand dari SOPD Provinsi, kemudian ada 13 stand kabupaten/kota, 7 stand instansi vertikal dan 18 stand BUMN BUMD dan instansi lain,” sebut Rangga.
Tidak hanya stand dari perangkat daerah, badan dan lembaga, tetapi juga menghadirkan lapak terbuka bagi pasar rakyat seperti taman bermain, kuliner, wahana, dan sebagainya.
“Untuk stand outdoor Polri, TNI, dunia usaha IKM, UMKM berjumlah 50 stand. Kemudian untuk pasar rakyat UMKM masyarakat yang kita libatkan sejumlah 200 lapak,” tambahnya.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kali ini Kalteng Expo menyediakan pameran kesempatan kerja (job fair). Kemudian terdapat pelatihan pra kerja 2024 untuk kuota 20.000 orang serta peluang bekerja di Jepang dengan kuota 500 orang yang mana menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi Nagano di Jepang.
“Kegiatan pameran kesempatan kerja dan pelatihan pra kerja merupakan salah satu upaya pemerintah menekan dan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan potensi kerja dan kewirausahaan untuk pencari kerja di Kalteng,” jelasnya.
Ia berharap melalui Kalteng Expo ini terus mendukung produktivitas dalam negeri terutama potensi daerah dari UMKM Kalimantan Tengah.
“Semoga terus memupuk kecintaan, kepercayaan terhadap produksi dalam negeri dan sekaligus salah satu upaya mendukung program nasional bangga buatan Indonesia (BBI) dan bangga berwisata di Indonesia (BBWI),” tutupnya.

