Dukung Penanganan Karhutla, BNPB Pusat Kirim 5 Unit Helikopter

Kalaksa BPBPK Prov. Kalteng Ahmad Toyib bersama Tenaga Ahli Kepala BNPB Hamka Mappaita. (foto/mmckalteng)

PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID –Dalam rangka penanganan dan pengendalian bencana Karhutla di Kalteng Pemerintah Pusat melalui BNPB terbang langsung ke Ke Kalteng guna melihat langsung penanganan dan perencanaan serta pengendalian bencana Karhutla serta bagaimana tindaklanjut dampak yang dihasilkan oleh karhutla.

Dalam upaya mendukung penanganan dan pengendalian Karhutla ini, BNPB Pusat mengirimkan 5 unit helikopter ke Kalimantan Tengah yaitu bantuan Water Bombing lewat udara untuk memadamkan api.

Bantuan helikopter sudah bergerak melakukan pemantauan dan memadamkan api.

Kedatangan BNPB pusat, dalam hal ini Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Hamka Mappaita, guna Monitoring dan Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng tersebut diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (22/9/2023) di ruang rapat Pusdalops PB, Palangka Raya.

Pada pertemuan ini, Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan penanganan Karhutla di Kalteng mengalami trend peningkatan pada bulan Mei 2023 sampai dengan 21 September 2023, Hotspot (HS) lebih tinggi terjadi pada bulan Mei dan Agustus 2023.

“Kejadian Karhutla dan luas Karhutla yang ditangani oleh Tim Satgas juga mengalami peningkatan pada bulan Mei 2023 sampai dengan saat ini 21 September 2023. Peningkatan tren ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan pada beberapa wilayah di Kalteng,” jelasnya.

“Sejak penetapan status siaga Karhutla pada tanggal 29 Mei sampai dengan 10 November 2023, Pemerintah Provinsi melalui BPBPK Provinsi Kalteng telah membentuk Posko Lapangan di Kabupaten/Kota sebanyak 35 Posko Lapangan, dengan dukungan Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng dari DBH DR berupa honorarium, nasi kotak, snack dan kopi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Toyib menyampaikan Tim Satgas Darat digerakkan lebih pagi, pada pukul 07.00 WIB sudah bergerak ke lokasi Karhutla jadi sebelum api membesar, apinya sudah bisa dipadamkan.

“Berdasarkan pengalaman kami selama ini menangani Karhutla, lebih pagi akan lebih bagus sebab jika sudah siang kondisi api sudah membesar. Bergerak lebih cepat, api lebih mudah dipadamkan. Kami juga aktif melakukan diskusi dan berkoordinasi termasuk kendala-kendala yang dihadapi di lapangan oleh tim satgas Karhutla di Kabupaten/Kota yang dilaksanakan melalui rapat perencanaan dan evaluasi yang setiap sore dilaksanakan baik melalui WhatsApp Group maupun juga secara virtual zoom meeting,” bebernya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BNPB Hamka Mappaita menyatakan bahwa BNPB pusat mendukung penanganan Karhutla di Kalteng sebanyak lima unit helicopter, yakni empat unit heli water bombing dan satu unit heli patroli.

“Unit helicopter ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB, untuk mendukung penanganan Karhutla di Kalteng yang ditujukan untuk melakukan patroli melalui udara. Lalu, apabila menemukan firespot di Kabupaten/Kota dapat memprioritaskan dan menyesuaikan kondisi lapangan, serta dapat diprioritaskan water bombing di titik-titik firespot yang lebih diutamakan dan yang menjadi wilayah prioritas,” ungkap Hamka.

“Satgas darat merupakan komponen utama. Tanpa satgas darat akan sulit kita bisa memadamkan api. Operasi udara adalah komponen pendukung yang menjadi upaya terakhir dilakukan jangan sampai api membesar, kalau api sudah besar semua upaya bisa sia-sia,” tandasnya.

EDITOR:Hendra. C


SUMBER:MMC Dinas Kominfosantik Provinsi Kalteng