
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Untuk terus bisa bertahan ditengah krisis ekonomi dan agar masyarakat tetap sejahtera Pemerintah Provinsi terus memberikan motivasi dan semangat untuk bisa tetap kreatif dan inovatif dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan, hal ini bertujuan agar masyarakat tidak selalu membeli bahan kebutuhan yang sebagian bisa di tanam di halaman rumah , seperti Lombok,tomat, terong dan kacang-kacangan, singkong yang kesemuanya itu relatif lebih mudah hidup bila di rawat dengan benar.
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Edy Pratowo melakukan kunjungan ke pasar penyeimbang yang berada di Kantor Kelurahan Selat Tengah Kabupaten Kapuas, Selasa (18/4/2023).
Turut hadir Plh. Bupati Kapuas H. M. Nafiah Ibnor, Ketua DPRD Provinsi Kalteng Wiyatno, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Leonard S. Ampung, serta Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng terkait.
Wagub mengatakan menghadapi Hari Raya Idulfitri 1444 H, Pemerintah hadir dalam rangka melaksanakan pasar penyeimbang.
“Pasar penyeimbang ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Kapuas saja, tetapi di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” kata Wagub.
Wagub menerangkan pasar penyeimbang ini merupakan program Pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga pangan, Wagub juga mengungkapkan, di bulan Ramadan ini sudah terjadi lonjakan harga terutama komoditas beras, ayam, ikan, dan bawang.
“Selama kurang lebih tiga tahun kita menghadapi COVID-19, ditambah lagi adanya perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan krisis terjadinya lonjakan harga, khususnya pangan. Pangan ini menjadi ancaman kita semua jika tidak diatasi dengan baik. Untuk itu Pemerintah Provinsi bersama dengan Pemerintah Daerah melaksanakan pasar penyeimbang untuk membantu agar harga di pasaran tetap stabil,” ucap Wagub.
Selain di Kabupaten Kapuas, sambung Wagub, di hari yang sama juga dilaksanakan pasar penyeimbang di Kabupaten Pulang Pisau.
“Mudah-mudahan pasar penyeimbang ini bisa meringankan beban masyarakat. Tetapi kami berpesan, supaya komoditas bahan pangan kita cukup, minimal manfaatkan ruang-ruang terbuka seperti pekarangan rumah agar ditanami sayuran cabai, bawang merah, dan tomat, sehingga inflasi bisa kita kendalikan dengan baik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Kalteng menyediakan 1.000 paket sembako yang berisikan beras 5 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, dan teh celup 1 kotak. Pemerintah provinsi Kalteng juga memberikan subsidi senilai 150 ribu rupiah, sehingga masyarakat Kelurahan Selat Tengah mendapatkan paket sembako secara gratis.

