Gebyar UMKM 2024, Pelaku Usaha Wilayah Barat Diharapkan Naik Kelas dan Berkembang Optimal
SDGs Desa Berkontribusi 74 Persen Capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
PALANGKA RAYA, kaltengterkini.co.id – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah mendeklarasikan Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sebagai Strategi Akselerasi Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
Acara ini yang digagas oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini, digelar secara virtual dari aula Jayang Tingang Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (11/11/2020) dan dihadiri oleh Plt. Gubernur Kalteng, Habib Ismail Bin Yahya.
Kegiatan ini dimaksudkan agar masing-masing Kepala Daerah mendukung program Desa Ramah Perempuan sebagai Strategi Akselerasi Pencapaian SDGs Desa dengan mendeklarasikan program dimaksud secara serentak.
Membumikan SDGs Global menjadi tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dimana SDGs Desa berkontribusi sebesar 74% terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Acara Deklarasi diawali dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama antara Sekretaris Kementerian PPPA dan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT untuk mendukung Desa Ramah Perempuaan dan Desa layak anak untuk percepatan pencapaian SDGs Desa.
Dalam sambutannya Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa PDTT yang telah meniginisiasi program tersebut.
I Gusti Ayu Bintang Darmawati
berharap kegiatan yang diutuskan antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa mulai dari penganggaran hingga pelaksanaan program ini benar-benar dapat mempertimbangkan kesetaraan gender, perspektif perempuan serta pemenuhan hak anak.
Sementara, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dalam arahannya mengajak kepada semua pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk bersinergi membangun desa yang ramah perempuan. SDGs Desa adalah pembangunan total aras Desa.
Seluruh aspek pembangunan yang digagas PBB sejak pendirian hingga kini diterapkan, seluruh warga Desa harus menjadi pemanfaatnya, tidak ada terlewatkan.
Abdul Halim Iskandar menyebut program tersebut bertujuan untuk pembangunan Nasional, yakni mewujudkan Desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, layak air bersih dan sanitasi, bernergi bersih dan terbarukan, infrastruktur dan inovasi sesuai kebutuhan, warganya sehat dan sejahtera, menerima pendidikan berkualitas serta perempuan berpartisipasi.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Penyerahan Buku SDGs Desa dan Buku Panduan Fasilitasi Pemberdayaan Perempuan di Desa oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, dilanjutkan dengan Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Desa Layak Anak “Penandatanganan Deklarasi Bersama Menteri Desa PDTT dan Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Acara ini juga diisi dengan diskusi antara Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Sekretaris Kementerian PPPA, Direktur KAPAL Perempuan dan Kepala Desa Bengle, Kabupaten Karawang.
Turut hadir mendampingi Plt. Gubernur diantaranya Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Kalteng Hamka, Kepala Dinas Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Prov. Kalteng Rian Tangkudung, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Kalteng Rivianus Syahril Tarigan dan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Kalteng H. Rojikinnor. (dan)